images
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Bandung, SIMARMATA.or.id – Guru Besar Pertanian Universitas Padjajaran (Unpad), Tualar Simarmata menilai harga eceran tertinggi (HET) beras yang telah ditetapkan pemerintah dan mulai berlaku pada September 2017 merugikan para petani.

Pasalnya, menurut Tualar, harga gabah yang dibeli petani di pasaran saat ini jelas akan mengalami pengurangan. Padahal, jika dibandingkan dengan harga beli Bulog, selama ini diketahui harga beli gabah di pasaran lebih mahal.

“Saya kira dengan adanya kebijakan ini yang pasti harga gabah dari petani pasti turun, padahal kan harga bulog juga selama ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” kata Tualar kepada Radio PRFM, Rabu (30/8/2017) malam.

Selain itu dalam jangka panjangnya, kata Tualar, sebagian konversi lahan sawah ke non sawah akan semakin kencang karena prospek menanam padinya menjadi terbatas.

Kembali Tualar menegaskan, hal tersebut jelas sangat merugikan petani, padahal saat ini para petani tengah menikmati harga gabah yang cukup tinggi di pasaran.

“Masa petani ga boleh untung, jangan petani juga yang dikorbankan,” ujar Tualar.

Tualar menambahkan, kebijakan HET beras tersebut sangatlah tidak logis sehingga salah satu pihak harus dirugikan dan rezekinya berkurang.

Komentar Anda