Hefriansyah dan Rudolf Hutabarat. (Tigor)
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Siantar, SIMARMATA.or.id – Dengan mengenakan kemeja cokelat corak hitam lengan panjang dan celana hitam, lengkap memakai “jengkol”, Plh Walikota Siantar, Hefriansyah mendadak muncul di kedai kopi Nainggolan Simpang 4, Jalan Gereja, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Senin (8/5) sekira jam 12.15 Wib.

Pada kesempatan itu, Hefriansyah langsung duduk di salah satu kursi di mana sejumlah pengunjung kedai kopi Nainggolan itu sudah lebih awal kongkow di sana. Namun, suasana kedai kopi tak seramai biasanya. Di barisan meja, ada Rudolf Hutabarat, mantan anggota DPRD Siantar, Piliaman Simarmata, mantan anggota DPRD Simalungun, Pardomuan Simanjuntak, mantan anggota Kabupaten Dairi.

Kemudian, Ferri Ojak Pardede, pemilik media online dan Renhard Hutabarat, pengurus Partai Demokrat Siantar. Tak lama muncul Sepriandi Saragih, mantan tim pemenangan Hulman-Hefriansyah dan Victor Sirait, mantan Kadis Perhubungan Siantar.

Dalam kongkow santai itu, Hefriansyah tampak “humble” dan jauh dari kekakuan protokoler. Dia praktis tak ada jarak dengan orang-orang disekitar yang memang sudah dia kenal sebelumnya.

Bahkan, dengan bahasa tubuh yang enteng tampak tersenyum lepas, Hefriansyah mengaku baru saja mengikuti kegiatan di Pemko Siantar. Piliaman Simarmata yang memang kenal dekat dengan Hefriansyah, sedikit bercanda dengan menyebut, agar selekasnya wakil walikota itu melantik para pejabat eselon 3 dan eselon 4 Pemko Siantar, agar mereka cepat bekerja. “Lantik saja lah, Pak. Para pejabat eselon 3 dan eselon 4 itu, biar langsung kerja,” kata Piliaman, dengan melontarkan kata “kerja” memakai aksen bahasa Melayu.

Dengan ringan Hefriansyah menyebut, dalam waktu dekat para pejabat eselon 3 dan eselon 4 sudah akan dilantik. “Sudah di Mendagri, tinggal teken, mudah-mudahan dua tiga hari ke depan sudah bisa lah,” katanya. Sejenak, Hefriansyah meminta ajudan untuk meminta pemilik warung memberinya minuman mineral, seraya juga menawarkan kepada Piliaman Cs.

“Iyalah, Pak. Kalau sudah dilantik kan kerja. Kami-kami ini juga bisa punya pekerjaan nanti. Kalau tak ada pekerjaan, repot, nanti cakap pun bisa bersalahan,” tukas Piliaman sembari tertawa lepas. Meski terkesan santai dan lepas, Hefriansyah tetap menyampaikan pandangannya bagaimana membangun Siantar yang dia nilai sebuah kota yang jauh dari konflik isu suku agama dan ras (SARA).

Menurut dia, itu modal baginya menggerakkan pembangunan di Siantar. Meski sedikit menyinggung soal eskalasi politik pasca ricuh DPRD dan isu ikutannya terkait proses pencalonan wakil walikota, Hefriansyah tidak mau terlalu membahas dalam hal itu. Dia lebih menyerahkan urusan usung mengusung kepada kewenangan partai politik.

Dalam bincang yang jauh dari serius itu, sesekali Hefriansyah menyapa dan menyalami tamu kedai kopi yang datang. Dengan ringan dia sendiri mendatangi dan menegur bahkan hingga menyalami. Tak kurang setengah jam, bercengkerama di kedai kopi tersebut, Hefriansyah kemudian berpamitan karena ada agenda penting lainnya yang akan dia hadiri. Setelah ajudan memberesi rekening pembayaran kopi, teh manis dan minuman mineral di kedai itu, Hefriansyah kembali menyalami satu per satu rombongan di meja dia kongkow. Menjelang melangkah ke mobilnya, Hefriansyah sempat berujar, berencana untuk datang bertandang ke kantor redaksi di Jalan Sipirok. “Nanti saya ke kantor ya, kabari ya,” katanya sambil berlalu bersama ajudannya.

Rudolf dan Piliaman kemudian mengapresiasi Hefriansyah yang mau singgah sebentar ke kedai kopi. Kebiasaan seperti itu menurut Rudolf patut dilanjutkan Hefriansyah, yakni turun ke tengah masyarakat guna mendengar langsung persoalan yang ada di tengah masyarakatnya.

“Patut kita apresiasi lah, kalau beliau mau turun ke tengah warga. Tentu menyerap dan mendengar aspirasi masyarakat,” kata Rudolf. (tig)

 

 

Komentar Anda