Prof. Tualar
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Malang, SIMARMATA.or.id – Simposium dan Expo Nasional Teknologi Pertanian Karya Anak Bangsa di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) mengangkat tema Contribute Youth Innovation to be a Part of Magnificent Journey for SDG’s 2030, Rabu (17/5/2017).

Seorang pembicara dalam simposium, Prof Dr Ir Tualar Simarmata MS mengatakan bahwa bangsa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah namun hanya bisa memanfaatkan tanpa memaksimalkan ciptaan atau inovasi produk baru. Sehingga bisa dikatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki daya saing sangat kurang.

“Untuk bisa bersaing, kita harus mengandalkan sumber daya alam berbasis inovasi dan memanfaatkan sumber saya manusia. Jadi bisa meningkatkan daya saing produk,” kata pencetus Intesifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT BO) itu.

Tualar mengatakan bahwa branding merupakan hal terpenting dalam pemasaran produk. Banyak produk-produk yang dijual sukses meraih keuntungan dari branding, contohnya adalah Starbuck.

“Strabuck banyak meraih keuntungan dari brand yang digunakan. Ketika orang upload foto sedang nongkrong di Starbuck itulah yang sesungguhnya dibayar,”kata Tualar.

Saat ini Indonesia baru bisa memanfaatkan warisan di bumi. Namun, belum bisa memaksimalkan ciptaan atau inovasi produk baru.

“Jika begitu terus, cokelat terbaik tetap milik Belgia meskipun pohon coklat melimpah di Indonesia. Apel lebih sering impor, padahal Malang memiliki khas buah apel,” ujarnya.

Komentar Anda