Hermina br Simarmata dan putranya Jhon Elvin Lingga.
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Simalungun, SIMARMATA.or.id – 24 Juli 2016, Jhon Elvin Lingga (9), anak kedua dari pasangan Saimin Lingga dan Hermina br Simarmata, yang tinggal di Kampung Baru, Tiga Runggu Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun mendapat perawatan dan tindakan operasi.

Menurut keterangan yang disampaikan Hermina, Jumat (7/4/2017), pada saat itu Jhon mendapatkan tindakan operasi untuk mengeluarkan dan membersihkan nanah yang bersarang di kakinya itu.

Ia (Hermina) juga menceritakan, Jhon dirawat selama 1 minggu sebelum dilakukan tindakan operasi. Putra keduanya itu mengalami ketakutan hebat, dikarenakan kondisi Jhon yang terbilang masih anak-anak.

“Waktu pertama mau dioperasi, menjerit-jerit si Jhon ini, dibilangnya samaku, ‘mak-mak tolong aku, mau diapain aku ini,’ gitu katanya, tapi namanya anak-anak kan biasa kayak gitu, apalagi si Jhon ini kan takut melihat jarum,” ungkapnya sambil tertawa kecil mengenang momen itu.

Pasca operasi, kondisi Jhon mulai membaik dengan perban yang masih melekat di kaki kanannya. Dokter menyarankan supaya Jhon harus beristirahat selama 2 bulan untuk memulihkan operasinya.

Namun ada yang beda, lanjut Hermina, kaki kanan Jhon terlihat seperti membengkok. Hal itu diketahuinya setelah 2 bulan anaknya pulang dari rumah sakit.

Hermina pun kebingungan dan heran mengapa kaki anaknya tersebut berubah menjadi seperti itu. “Pas habis operasi enggak nampak kakinya bengkok, setelah kami buka baru tau kalau kakinya jadi kayak gitu. Memang sembuhya, bisa dia jalan tapi kayak gitu lah kakinya,” ungkapnya sambil menunjukkan kaki putranya.

Setelah 2 bulan merasa senang dan bahagia, kini Hermina kembali dilanda kegusaran. Dia khawatir, anaknya yang sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena sakit, kembali melanjutkan sekolah di SD Negeri sekitar rumahnya, tak mampu melanjutkan cita-citanya menjadi polisi disebabkan kakinya yang membengkok.

Memang dirinya memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga mampu melaksanakan operasi anaknya. Namun Hermina ingin membawa Jhon ke Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Medan.

“Penghasilan kami pas-pasan, dan miskin kali kami. Kalau berangkat ke medan, kan butuh dana yang besar untuk biaya hidup dan lain-lain. Kalau di Siantar kan dekat dengan kampong kami,” ungkapnya.

Kerinduan seorang ibu yang mengingin anaknya menggapai cita-cita, membangkitkan asa untuk mencari cara untuk mengobati Jhon. Tanggal 2 Maret 2017 yang lalu, Hermina mendapatkan informasi dari salah seorang petugas puskesmas Tiga Runggu, ada pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Pemkab Simalungun di wilayah tempatnnya berdomisili.

“Sempat khawatir juga melihat anak saya ini, kakinya jadi kayak begitu. Padahal pernah dibilangnya mau jadi polisi aku mak, tapi bagaimana lagi audah begitu kakinya itu. Makanya kemarin ada program pengobatan gratis dari JR Saragih, langsung saya bawalah ke sana (Tiga Runggu),” bebernya.

Pengobatan yang diseleggarakan Pemkab Simalungun menjadi harapan besar terhadap keluarga Hermina.

Dirinya juga mengungkapkan, saat itu ia ditemui langsung oleh JR Saragih.  Dan pada bulan yang sama yakni Maret 2017 yang lalu, Jhon langsung mendapat perawatan di RSUD Tuan Rondahaim di Raya.

Hanya berselang 1 hari, putra kedua dari Hermina itu langsung dirujuk ke RSUD Haji Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Waktu ketemu pak JR Saragih, dibilangnya bisa ini sembuh, dan bagus lagi kakinya. Senanglah saya mendengarnya, terus dirujuk lah ke RS Adam Malik. Ada rasa senang dan bangga dalam hati, namun menjadi beban karena kami orang tak mampu, dari mana uang untuk perjalanan ke Medan,” ujarnya.

Karena ini merupakan momen penting, Hermina pun memberanikan diri untuk mengatakan secara langsung kepada JR Saragih bahwa mereka gak punya biaya untuk berangkat ke Medan.

“Pak kami orang miskin, gak ada uang kami. Sebelum selesai bicara, dia (JR Saragih) langsung menjawab, “Jangan khawatir soal uang tapi khawatirkanlah kondisi anak mu, yang kalau gak dapat pengobatan tidak akan normal,” ceritanya.

Setelah mengatakan hal tersebut, dirinya langsung diberikan uang untuk biaya makan di kota Medan. “Kami tidak menyangka kalau dia (JR Saragih) memiliki hati yang mulia. Dia dengan rela membantu orang miskin kayak kami. Saya bawa dia dalam doa agar diberikan kesehatan ama Tuhan,” ucapnya.

Kondisi Jhon kini semakin membaik. Meskipun ada luka sedikit yang masih dalam proses penyembuhan, karena kondisi tulang pada kakinya memang belum kembali normal.

Hal itu dikarenakan, pada saat dirujuk ke RSUD Haji Adam Malik Medan, dokter menyarankan operasi pada tulang kaki Jhon akan dilakukan setelah luka di kakinya benar-benar pulih. Tindakan itu bertujuan menghindari kerusakan pembuluh darah pada kaki bocah 9 tahun itu.

Dalam kesempatan itu, Hermina juga mengucapkan rasa terima kasih kepada JR Saragih atas kepedulian dan bantuanya kepada putranya tersebut.

Ia juga berharap agar putranya segera pulih agar dapat di operasi guna menngembalikan kondisi tulang kaki kanannya.

“Memang kondisi tulang kaki anak saya ini belum pulih kayak dulu, tapi kami sangat berterima kasih kepada JR Saragih yang sudah mau membantu hingga Jhon sembuh. Kalau enggak, darimana lah uang kami. Semoga lah anakku ini cepat sembuh, mudah-mudahan tercapailah cita-citanya jadi polisi,” tuturnya. (hn).

Komentar Anda