Huta Sosor Lumban Gorat
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Sihusapi, SIMARMATA.or.id – Huta ini dibangun sekitar tahun 1956 oleh Jatohang Simarmata yang menikah dengan Tiomaria boru Situngkir keturunan dari Op. Jahanal Simarmata/ Br. Sinaga.

Jatohang Simarmata sebelumnya tinggal di Huta Lumban Gorat dan setelah menikah dan memiliki anak beliau sering meninggalkan huta Lumban Gorat untuk pergi berdagang atau yang dikenal dengan istilah (marsimokkel atau marjaja) diluar pulau Samosir.

Keseharian istri Jatohang Simarmata adalah berladang disekitar huta Lumban Gorat disamping itu mereka juga marjuma galung ke Juma Gambo yang jaraknya sekitar 6 km dari huta Lumban Gorat.

Disebut Juma Gambo karena keseburuan tanahnya walaupun kemarau datang tetap saja tanahnya basah, itulah sebabnya dikatakan Juma Gambo.

Ketika padi menguning ibu Tiomaria boru Situngkir beserta ketiga anaknya yang masih kecil-kecil selalu tinggal di sopo-sopo (gubuk) yang telah dibuat disekitar juma Gambo, mereka tinggal disopo tersebut untuk menjaga burung pemakan padi (mamuro) mulai pagi hingga sore hari.

Sekitar bulan Mei 1956, Jatohang Simarmata pulang ke bonapasogit dan beberapa hari kemudian setelah berunding dengan istrinya agar rumah mereka yang ada di Huta Lumban Gorat dipindahkan ke sekitar juma Gambo.

Akhirnya di bulan Agustus 1956, pemindahan rumah dilakukan dari Huta Lumban Gorat ke sekitar juma Gambo. Pemindahan rumah ini dilakukan secara bergotong royong (manarea), namun saat itu belum dinamakan huta karena belum ada pariknya. Seiring dengan waktu ibu Tiomaria boru Situngkir membuat pariknya secara bertahap dan akhirnya selesai dan diberilah dengan nama “Huta Sosor Lumban Gorat”.

Walaupun sudah menjadi Huta namun sampai bertahun-tahun huta ini hanya dihuni oleh satu rumah yaitu keluarga Jatohang Simarmata dan huta ini sering disebut Parhuta si sada sada.

Namun akhirnya keluarga dekat Jatohang Simarmata, oppung siampudan Barita Simarmata/ br. Nainggolan (Ap. Obin) membangun rumahnya dihuta Sosor Lumban Gorat, sehingga ada dua rumah dihuta itu, dan orang sering menyebutnya Parhuta si dua dua.

Tapi nama lain Huta Sosor Lumban Gorat adalah terkenal dengan sebutan Huta Gambo, bahkan sampai sekarang orang sering menyebutnya demikian.

Inilah adalah silsilah singkat dari Jatohang Simarmata/ br. Situngkir:

Op. Jahanal Simarmata kemudian anaknya bernama Op. Lenga Simarmata/ Br. Sinaga, kemudian anaknya lagi bernama Udur Simarmata/ Br. Sinaga, kemudian anaknya lagi bernama Mahan Simarmata/ Br. Sipangkar (Am. Joir), kemudian anaknya lagi Jatohang Simarmata. Br.  Situngkir yang memiliki 3 anak yaitu: Aller Simarmata dan Amren Simarmata saat ini tinggal di kota Tebing Tinggi, sedangkan Farel Simarmata tinggal di kota Depok.

Komentar Anda