Tanpa Alasan, Seorang Warga Desa Simarmata Pergi Tinggalkan Rumah
Mariana Nainggolan bersama berenya bermarga Sinaga ketika melaporkan kehilangan keluarganya Rahman Naibaho dikantor Radio Samosir Green, Minggu, (16/10).

Tanpa Alasan, Seorang Warga Desa Simarmata Pergi Tinggalkan Rumah

Samosir, SIMARMATA.or.id – Tanpa alasan dan tidak permisi, Rahman Simanjuntak (32), penduduk Dusun 3 Huta Sidaji, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, pergi meninggalkan rumahnya tanpa tujuan pada Selasa, (11/10/2016).

Akibatnya, keluarga Rahman Simanjuntak sangat kehilangan. Hal itu terbukti ketika Mariana Nainggolan yang merupakan inanguda Rahman bersama berenya. melaporkannya kepada Samosir Green Media pada Minggu sore, (16/10/2016), di Studio Samosir Green, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Samosir.

“Kami sangat mengkhawatirkan kepergiannya yang tanpa permisi ini. Dia itu anaknya baik dan merupakan anak dari adek saya yang marpariban, dan baru tiga bulan dirumah kami karena mamanya pergi ke Bandung mengurus putrinya yang lagi melahirkan,” ujar Mariana Nainggolan yang biasa dipanggil Oppung Josua Simarmata ini dengan nada sedih.

Rahman Naibaho, menurut Mariana Nainggolan mempunyai sifat pendiam dan sering lupa ingatan. Bila berpergian ketempat yang baru sering tidak mampu untuk kembali lagi dan takut bertanya kepada orang lain. Bahkan bila ditanya sesuatu, hanya menjawab akan ke Balige dan ketika ditanya kembali langsung diam dan tidak mau menjawap pertanyaan itu lagi.

Kronologisnya, menurut Mariana Nainggolan yang bersuamikan seorang marga Simarmata namun sudah Almarhum ini, yaitu pada hari Selasa, (11/10), sekitar pukul 12.30 Wib, ketika Mariana permisi kepada Rahman Simanjuntak untuk mengikuti rapat dikantor Kepala Desa Simarmata. Namun ketika kembali dari kantor desa, Mariana Nainggolan menemukan Rahman Simanjuntak sudah tidak dirumah lagi.

Menurut warga sekitar, Rahman Simanjuntak meninggalkan rumah sekitar pukul 13 Wib dengan membawa sebuah tas tenteng warna hitam dan memakai sandal jepit warna hitam serta topi hitam dengan posisi dibalikkan kebelakang.

Bersama keluarga lainnya, Mariana Nainggolan lalu mencarinya kearah dolok (pebukitan), tepatnya ke Hutapinagar desa Sihusapi, Siamnindo. Dari sana, didapatkan informasi bahwa Rahman pergi kearah Sijambur di Kecamatan Ronggurnihuta.

Dengan harapan yang kuat Mariana Nainggolan menyusulnya ke Sijambur dan bertemu dengan seorang petani kopi bernama Amani Farel Sinurat.

“Benar ada kami bertemu dengan seorang laki-laki bernama Rahman Simanjuntak. Dia mendatangi rumah saya pada Rabu pagi dan meminta nasi karena katanya dia lapar. Lalu saya kasih makan, dan ketika sudah siap makan, saya ajak ke Onanbaru Pangururan, karena kebetulan saya mau ke Pangururan untuk menjual kopi hasil panen saya,” ujar Mariana Sinurat menirukan ucapan Amani Farel Sinurat.

Sesampainya di Onanbaru pada Rabu, (12/10), Amani Farel Sinurat menanyakan dimana tempat tinggalnya, namun kembali dia tidak dapat menjawabnya. Karena Sinurat akan segera menjual kopinya, Rahman Simanjuntak ditinggalkannya di Onanbaru sesudah diberikan rokok dan sejumlah uang. Setelahnya tidak didapat lagi kabar tentang Rahman.

Rahman Simanjuntak mempunyai ciri berambut keriting, tinggi sekitar 168 cm dan berkulit putih. Dibawah dagunya ada daging tumbuh sebesar setengah telur ayam kampung, bersandal hitam dan bertopi warna hitam atau putih dan sering dipakai terbalik. (samosirgreen.com)

Komentar Anda

About Admin

Admin
Janner Simarmata adalah Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, dimana sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP diperiode kepengurusan tahun 2008-2012 dan 2012-2016. Dia juga yang mengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.