danau-toba
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Jakarta, SIMARMATA.or.id – Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Prioritas Indonesia. Untuk itulah Kemenpar berkomitmen mengembangkan kawasan wisata Danau Toba.

Seperti dalam rilis dari Kemenpar pada Rabu (12/10/2016) Arief Yahya belajar dari negeri China untuk menata kawasan wisata Danau Toba menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan dalam kunjungan Kemenpar pada 10-13 Oktober 2016 ke Kota Hangzhou.

Pembelajaran ini diambil dari keunggulan penataan Xi Hu (Danau Barat) di Kota Hangzhou. Karena daya tarik Xi Hu diakui sebagai situs rujukan wisata yang sangat populer, yaitu Trip Advisor.

“Setelah ditetapkan sebagai destinasi prioritas dan akan menjadi salah satu ’10 Bali Baru’ pada 2019 kita proyeksikan kunjungan wisman ke Toba akan meningkat signfikan mencapai 1 juta,” kata Menpar, Arief Yahya.

Hal ini mengacu kepada Tiga A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), merestorasi lingkungan Danau Toba (indestifikasi isu dan alternatif solusi), melakukan pengembangan pemasaran pariwisata (branding, advertising, dan selling), serta pengembangan SDM dan industri pariwisata. Danau Toba sudah ditetapkan menjadi satu dari 10 Destinasi Prioritas. Artinya, destinasi ini akan dikembangkan sedemikian rupa, baik aksesibilitas, amenitas, maupun atraksinya.

“Untuk mencapai angka proyeksi 1 juta wisman tersebut, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, sebagai langkah melakukan percepatan pembangunan Danau Toba,” jelas Menpar, Arief Yahya.

Tujuannya agar Danau Toba siap menjadi primadona pariwisata. Targetnya pada 2019 nanti danau seluas 3.000 km persegi bisa mendatangkan 2 juta kunjungan wisman. Sebagai perbandingan, pada 2014 Xi Hu mendatangkan 3,26 juta turis.

Langkah Menpar dan rombongan, selain untuk belajar tentang tata kelola danau, pemerintah Indonesia juga akan membicarakan kemungkinan terjalinnya kerja sama dengan Tiongkok. Misalnya membuat nota kesepahaman Sister Lake Agreement antara Hangzhou dengan Pemkab Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, dan atau Dairi. (detik.com)

Komentar Anda