Rickson Simarmata inisiator dan pendiri Forgemsi (baju putih) di damping Tumpal Simarmata Ketua Bidang Kepemudaan dan Pendidikan DPP Punguan Simataraja Indonesia (baju biru)
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Batam, SIMARMATA.or.id – Disela-sela rapat Pengurus DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata dohot Boruna Se Indonesia, Rickson Simarmata mengutarakan awal pendirian Forum Generasi Muda Simataraja, hal ini diungkapkannya setelah mendengar informasi yang beredar dan berkembang beberapa tahun terakhir atas gesekan naposo dan Forgemsi, Sabtu (15/10/16) di Hotel Grand View Batam.

Kalau kita perhatikan selama ini bahwa Naposo kesannya seolah-olah hanya tempat berkumpul-kumpul saja, seperti Natal, dan memang begitu selama ini, sedangkan jaman sudah berkembang karena reformasi dan teknologi.

“Rickson Simarmata mengatakan dengan reformasi, kesempatan itu banyak kesemua orang, dan kita lihat bagaimana dengan Simarmata ini, dimana tempat untuk menempah generasi muda, karena di Naposo bulung tidak ada kaderisasi, karena menurutnya hanya tempat berkumpul-kumpul saja,” ucapnya.

Kalau di forum generasi muda, disinilah tempat kaderisasi untuk Simataraja berikutnya, di forum ini bisa dikaderisasi masalah kepemimpinan khususnya untuk Simarmata, bila kita lihat kebelakang, dulu kita yang dari Samosir mau ngomong saja berpikir, karena kita tidak diajari cara menyampaikan pendapat dan takut salah, sehingga kita selalu terbelakang dalam berorganisasi.

“Jadi itulah pemikiran dasar dalam pembentukan forum generasi muda Simataraja, agar Simarmata ini dapat berbicara berskala nasional dan berbicara tentang daerahnya juga bisa dan mengkritisi,” kata Rickson.

Kita lihat sekarang seperti tidak jelas dan beradu antara kedua lembaga ini baik naposo dan Forgemsi pada punguan Simarmata, dan ini harus diperhatikan oleh pengurus DPP.

“Itulah awal pembentukan forum ini, dan kita harus mencari dan membuat wadah, dan generasi muda ini harus kita perhatikan,” pungkas inisiator sekaligus pendiri Forum Generasi Muda Simataraja.

Menanggapi hal itu, Janner Simarmata yang telah dipilih dan dilantik di tanggal 28 Desember 2013 lalu di Desa Simarmata sebagai Ketua Umum wadah ini mengatakan terimakasih atas apa yang telah diutarakan inisiator dan pendiri Forum ini.

“Terus terang kami hanya meneruskan perjuangan abang kami almarhum Nisrol Simarmata bahwa forum ini harus terhenti sejak tahun 1997 sampai 2010, dalam pemikiran kami sebagai generasi muda ini harus kami hidupkan kembali, “ kata Janner.

Sebenarnya apa yang kami lakukan adalah untuk Simarmata, hanya saja di beberapa daerah ada yang belum siap menerima kami, bahkan bukan kami yang membenturkan antara naposo dan generasi muda, bagi kami naposo adalah bagian dari generasi muda.

“Dengan begini harapnya, kepengurusan DPP yang baru terpilih dapat menjembatani ini dan membantu kami dalam mensosialisasikannya ke semua punguan Simataraja se Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai contoh, masih banyak marga Simarmata di daerah belum ada punguan Simataraja, semua masih menginduk ke punguan Ompu Tuan Nabinur atau Punguan Parna, sementara banyak naposo Simarmata disana, mereka tidak ada dasar dalam pembentukan Naposo Simarmata, sehingga mereka bergabung dengan punguan Naposo Ompu Tuan Nabinur atau Punguan Naposo Parna.

“Masih menurutnya, dengan adanya wadah ini sebagai Forum Generasi Muda Simataraja, naposo naposo Simarmata tadi bisa bergabung di forum ini, bahkan di Batam ini belum ada punguan Simataraja, sementara jumlah naposo Simataraja disini sangat banyak, tapi mereka tidak bisa membentuk punguan Naposo Simataraja, karena tidak ada yang mengikat mereka,” ungkapnya.

Contoh lain, masih banyak marga Simarmata yang sudah berumur diatas 30 tahun dan belum menikah, saya yakin mereka pasti sungkan untuk bergabung dengan punguan Naposo karena faktor usia tadi, tapi dengan adanya forum generasi muda simataraja ini, mereka bisa tertampung, karena berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumahtangga yang telah kami susun tiga tahun yang lalu batas generasi muda adalah berusia 45 tahun.

Terus terang, kami sebenarnya sudah prustasi dengan keadaan ini, tapi saya bersama teman-teman masih berusaha berdiri tegak, “walaupun nantinya ini akan diputuskan di rakernas apakah dibubarkan atau diteruskan semua kami serahkan ke pengurus DPP Punguan Simataraja, yang jelas kami sudah berusaha dan melakukan yang terbaik untuk punguan ini,” tandasnya.

Komentar Anda