pengamanan
Janner Simarmata

Janner Simarmata adalah Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, dimana sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP diperiode kepengurusan tahun 2008-2012 dan 2012-2016. Dia juga yang mengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Jakarta, SIMARMATA.or.id – Polda Metro Jaya, telah menjalankan komunikasi intensif dengan pengurus gereja yang ada di Jakarta dan sekitarnya selama dua bulan belakangan. Komunikasi dilakukan terkait tahapan pengamanan ibadah Natal dan Tahun Baru.

“Kami melakukan komunikasi intensif selama dua bulan belakangan ini. Contohnya, kami melakukan komunikasi dengan pengurus gereja. Agar pengurus gereja melakukan proses tahapan pengamanan yang baik,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, Rabu (23/12).

Dikatakan Iqbal, tahapan pengamanannya semisal jemaat harus melalui satu atau dua pintu saja untuk masuk ke dalam gereja.

“Mereka juga mendampingi kami untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap jemaat. Karena, yang mengetahui jemaat-jemaat adalah pengurus gereja. Mana yang harus dicurigai dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, Tim Gegana Polda Metro Jaya akan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja besar atau memiliki jemaat yang banyak.

“Sesuai SOP kami melakukan proses sterilisasi oleh teman-teman Gegana untuk memastikan tidak ada ancaman-ancaman bom dan lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu gereja yang mendapatkan pengamanan adalah Gereja Katerdal. “Gereja Katerdal jelas pasti ada pengamanan. Gereja besar lainnya juga. Beberapa gereja yang punya potensi konflik sudah kami mapping, kami lakukan pengamanan. Kemudian, di masjid-masjid yang melaksanakan kegiatan Maulid Nabi kami juga lakukan pengamanan,” ucapnya.

Iqbal menuturkan, contoh konkrit lainnya, Bhabinkamtibmas melakukan komunikasi dengan RT dan RW untuk memberikan penyuluhan.

“Sehingga kami dapat menekan gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. Karena hakekat ancamannya nanti, selain ancaman bom, teroris, juga ada kejahatan-kejahatan jalanan, petasan-petasan, tawuran, balap liar, kemacetan lalu lintas, dan genangan banjir,” katanya.

Menyoal kemacetan lalu lintas, Iqbal menjelaskan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah membentuk satuan tugas dan tim pengurai kemacetan.

“Nanti Car Free Night masih terus ada, walau pun tidak ada konsep Jakarta Night Festival, tidak ada hiburan. Namun, Polda Metro Jaya mem-back up kebijakan pemerintah propinsi dalam kegiatan Car Free Night. Terkait adanya pengalihan arus dan sebagainya,” tandasnya. (bm/fmb/bs)

Komentar Anda