kebaktian(3)
Janner Simarmata

Janner Simarmata adalah Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, dimana sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP diperiode kepengurusan tahun 2008-2012 dan 2012-2016. Dia juga yang mengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Jakarta, SIMARMATA.or.id – Pemerintahan Jokowi-JK diminta bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah penutupan gereja yang diwariskan Presiden terdahulu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peristiwa penutupan paksa rumah ibadah seperti di dua gereja, GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, hingga kini belum ada formulasi penyelesaian. Padahal sebentar lagi natal.

“Tak ada perubahan hingga 5 hari jelang Natal 2015. Gerbang gereja HKBP Filadelfia malah tertutup tumpukan kayu yang membuat bahkan untuk mendekat ke gerbang pun kami tidak bisa lagi. Pemerintah masih membiarkan diskriminasi pada HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin”, kata Pendeta Edwin Lubis dari HKBP Filadelfia Bekasi, Senin (21/12).

Hingga saat ini, sambung Edwin, belum tampak ada kesungguhan Pemerintah untuk menyelesaikan dan menghentikan kasus diskriminasi ini.

Senada dengan Edwin, Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging menegaskan bahwa, pihaknya tidak akan berhenti berjuang bersama-sama dengan sahabat lintas iman yang selama ini mendampingi.

Dia menambahkan, virus penutupan gereja atau rumah ibadah lain menyebar, dan ada kecenderungan saling berbalas diantara daerah yang berbeda.

“Hal ini akibat dari ketidaktegasan pemerintah daerah dan pusat yang bertahun-tahun enggan menegakkan putusan hukum, pengadilan, yang telah berkekuatan hukum tetap di kasus GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Pemda yang lain menjadi seakan berlomba untuk mendiskriminasi warganya yang dianggap minoritas dengan alasan ketiadaan izin rumah ibadah. Kami berharap Presiden Joko Widodo segera menghentikan penyebaran virus buruk ini dengan membuka gereja sah di Bogor dan Bekasi, ” harapnya.

Sebelumnya, pada Minggu (20/12) siang, sekitar 250 jemaat gereja dari beberapa gereja diseputaran Jakarta, utamanya dari gereja HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin, kembali terpaksa beribadah diseberang Istana Merdeka Jakarta.

Peribadatan yang menurut kalender Gereja diperingati sebagai Minggu Advent ke-4, dipimpin oleh Pendeta Daniel Harahap dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Dalam khotbahnya Pendeta Harahap mengingatkan jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin untuk berteguh dalam doa dan perjuangan.

“Perjuangan kita bukan hanya untuk HKBP Filadelfia, bukan hanya untuk GKI Yasmin, tapi untuk semua yang mencari keadilan dan kebenaran, apapun agama dan keyakinannya, agar mereka dapat beribadah dengan baik di negeri ini”, kata Harahap.

Harahap juga menyinggung ketimpangan yang ada yang diberlakukan negara terkait dengan keputusan pemerintah daerah di Jambi untuk merobohkam Gereja HKBP Aur Duri Jambi dengan alasan ketiadaan izin.

“Bila gereja Aur Duri hendak dirobohkan dengan alasan ketiadaan izin, mengapa gereja HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin yang sah, bertahun-tahun dibiarkan disegel dan jemaat dilarang beribadah didalam gerejanya masing-masing di Kabupaten Bekasi dan Kotamadya Bogor?”, tanya Pendeta Harahap.

Apapun perdebatannya, sudah final bahwa Dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Artinya negara harus melindungi dan membina semua pemeluk agama tanpa diskriminasi.

Publik sangat berharap Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf yang dipilih ±70 juta orang atau setara dengan 53,15%, dipilpres 2014, lalu, mampu berdiri diatas semua golongan, bukan hanya kelompok tertentu semata. (simon/ser)

Komentar Anda