Tarombo_1391773314
Janner Raja Simarmata

Humas DPP Punguan Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata Dohot Boruna Se Indonesia, sebelumnya adalah Ketua Bidang Infokom DPP tahun 2008-2012 dan 2012-2016, sekaligus pengelola website SIMARMATA.OR.ID sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Bandung, SIMARMATA.or.id – Tarombo dalam bahasa indonesia adalah Silsilah, silsilah keluarga, bagan silsilah, atau diagram silsilah adalah suatu bagan yang menampilkan hubungan keluarga (silsilah) dalam suatu struktur pohon [1]. Silsilah sebagai sumber kronologis [2].

“Jangan heran bila setiap orang batak bertemu pasti martarombo, apa itu martarombo? Martarombo yang dimaksud adalah menyusur silsilah, agar tidak terjadi kesalahan untuk meletakkan panggilan persaudaraan, “imbuh Janner.

Biasanya saya (Janner-red) bila berkenalan (martarombo) dengan sesama fam (satu marga) yang saya tanyakan adalah didia bonapasogitta (Tanah leluhur). Karena berdasarkan tanah lelehur atau nama kampung, kita akan tahu Simarmata dari keturunan ompung (kakek) mana dia, Kok bisa tahu, itu berdasarkan pengalaman dan informasi dari beberapa orangtua, dan ternyata memang benar akurat 90%.

Bahkan ada juga yang menanyakan Simarmata aha do ho? (Simarmata apanya kamu?), maka ada yang menjawab Simarmata Halihi, Simarmata Pardosi (sebenarnya Dosi Raja), dan Simarmata Datuktuk do au, tetapi selalu diakhiri dengan kata-kata “satunya Simarmata”, jika satunya marga Simarmata, mengapa timbul pertanyaan Simarmata apanya kamu, dan mengapa pula harus dijawab dengan Simarmata Halihi, Simarmata Pardosi, dan Simarmata Datuktuk do au, Bukankah Halihi Raja, Dosi Raja dan Datuktuk Raja adalah anak dari Ompu Simataraja? Simataraja adalah marga terakhir dimana keturunannya adalah sebuah nama.

“Lain halnya kalau ditanya Tuan Nabinur aha do ho? tapi lucu juga kalau ada pertanyaan seperti itu, karena Ompu Tuan Nabiinur adalah hanya sebuah nama yang melahirkan 4 marga (Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak)”.

Terlepas dari hal pertanyaan diatas, sebaiknya kita sudah bisa merobah cara martarombo kita, jangan lagi kita menanyakan Simarmata aha do ho? Mungkin ada yang lebih enak atau yang lebih dapat diterima, mungkin seperti begini: dimana kampung orangtua kita, atau dimana bonapasogit orang tua kita, Simarmata pomparan dari ompung mana kita.

Tarombo bagi Orang Batak.

Bagi orang batak, adalah wajib mengetahui silsilah keluarganya, sehingga dia bisa mengetahui hubungan kekeluargaan dengan famili yang lain. Bagaimana dengan Simarmata, sama saja ini adalah penting bagi keturunan Ompu Simataraja Raja Simarmata. Penulis punya cerita tersendiri dalam hal penelusuran tarombo keluarga, terus terang 10 tahun lebih saya (Janner Simarmata) melakukan penelusuran pencarian tarombo (2000-2012), saya hanya bermodalkan potongan tarombo (5 keturuan dari saya ke atas), kenapa saya harus mencarinya, karena bagiku tarombo adalah penting dengan tarombo aku tahu harus duduk dimana dan harus berbuat apa di Simarmata”. Kini saya bahagia, kini saya senang, usaha yang saya lakukan tidak sia-sia dan sudah ada titik terang.

“Sejak tahun 2012 grup Pungsimarbona telah membuat satu Produk tarombo online, bahwa apa yang kita lakukan dengan baik dan ikhlas akan berbuahkan hasil yang manis, semoga juga saudara-saudara saya yang belum memiliki tarombo namun belum dimasukkan semoga dapat dikirimkan agar dimasukkan ke tarombo online ini, (http://www.tarombo.simarmata.or.id/)”.

Hahomion mengalahkan Tarombo

“Ketika berbicara tentang tarombo, maka selalu saja ada yang mengaitkan dengan hahomion, apa itu hahomion, berdasarkan pencarian di google, penulis mendapatkan beberapa padanan kata untuk hahomion yaitu: kerahasiaan, kemisterian, kesakralan dan kebijaksanaan.

Dalam hal ini saya tidak perlu membahas lebih dalam tentang hahomion yang dimaksud, tapi yang jelas semua orang punya sejarah, apa yang tidak baik dilakukan oleh pendahulu kita jangan kita ulang lagi, kalau bisa kita perbaiki, tapi jangan karena hahomion tarombo jadi korban dan dikambinghitamkan”.

Sumber:
[1]. http://id.wikipedia.org/wiki/Bagan_silsilah
[2]. http://www.sarapanpagi.org/silsilah-vt3020.html

Tulisan diatas adalah berdasarkan pengalaman dan fakta dilapangan, kadang pengalaman dilapangan banyak memberi pelajaran, bila ada kata-kata dalam penulisan diatas ada yang kurang pas, secara pribadi saya mohon maaf, pepatah bahasa indonesia mengatakan: “tidak ada gading yang tak retak“. Untuk judul diatas saya beri pepatah sebagai berikut: Ansimun so binola, Gundur so pinardua, Dang adong na so tarula, Molo sada roha.

Komentar Anda